BLOGGER TEMPLATES AND Blogger Templates »

Rabu, 12 Januari 2011

Kenali Gejala Penyakit DBD dan Pencegahannya


Bagi Anda yang tinggal di kawasan endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) harus mengetahui gejala penyakit ini, tujuannya agar bisa memberi pertolongan sedini mungkin. Dengan cara demikian, banyak nyawa yang akan terselamatkan.

Gejala dan Tindakan Pencegahan bagi Anda dan Keluarga Anda
Kenalilah gejala-gejalanya sejak dini. Berikut adalah beberapa diantaranya:
• Demam tinggi mendadak.
• Sakit kepala yang hebat (para pakar medis mengatakan bahwa aspirin hendaknya dihindari karena dapat memperhebat pendarahan).
• Nyeri di balik mata.
• Nyeri pada persendian dan otot.
• Pembengkakan kelenjar getah bening.
• Bercak-bercak merah.
• Kelelahan.
Gejala yang lebih spesifik untuk DBD:
• Ambruk mendadak.
• Pendarahan kulit.
• Pendarahan secara umum.
• Kulit dingin dan berkeringat dingin.
• Gelisah.
• Renjatan dengan denyut nadi lemah (Dengue Shock Syndrome, atau DSS).
Jangan pernah menunda untuk pergi ke dokter jika terlihat gejala tersebut diatas terlebih lagi anak-anak yang lebih banyak berreksiko.
Kiat-kiat bagi orang yang bepergian ke daerah tropis yang terinfeksi DBD:
• Kenakan lengan panjang dan celana panjang.
• Gunakan obat antinyamuk.
• Jauhi daerah yang sangat padat penduduk.
• Tinggalah di penginapan yang jendelanya dapat ditutup dan jagalah agar nyamuk tidak masuk.
• Jika sepulangnya Anda mengalami demam, segera beri tahu dokter kemana Anda telah berpergian.
Salah satu pembawa utama dengue adalah nyamuk Aedes Aegypti. Species ini umum di daerah tropis dan subtropis di seputar dunia. Jenis nyamuk ini berkembang pesat di daerah yang padat penduduk. Salah satu kunci untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan cara mengendalikan nyamuk-nyamuk tersebut.
Untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk tersebut di lingkungan rumah anda, jangan biarkan ada genangan air. Terutama pada ban-ban bekas, di bawah pot bunga, kaleng-kaleng, ember, drum, botol dan aliran air yang tidak berfungsi dengan baik.
Beberapa peneliti telah mencoba pendekatan lain. Melalui rekayasa genetika, mereka berupaya untuk mencegah virus dengue menggandakan diri dalam air liur nyamuk.
Jika ini berjalan sesuai rencana, nyamuk-nyamuk yang telah mengalami rekayasa genetika semacam itu akan meneruskan kepada keturunan mereka ketahanan terhadap dengue. Meskipun ada kemajuan, tetapi belum terlihat seberapa berhasil pendekatan ini nantinya.

0 komentar: